Pascasarjana UNSIQ Perkuat Kerja Sama Akademik dengan USIM melalui Kolokium Bersama
04 June 2026
Nilai, 20 Mei 2026 – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) melaksanakan kunjungan akademik ke Universiti Sains Islam Malaysia pada tanggal 20 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh rombongan yang terdiri atas 14 dosen dan mahasiswa Pascasarjana UNSIQ dalam rangka penyelenggaraan kolokium bersama dosen dan mahasiswa USIM. Kolokium tersebut menjadi forum akademik yang produktif untuk berbagi hasil penelitian, memperluas wawasan keilmuan, serta mempererat jejaring kerja sama antara kedua institusi. Pada kesempatan tersebut, dua mahasiswa Pascasarjana UNSIQ mempresentasikan hasil riset yang telah mereka lakukan di hadapan peserta kolokium dan mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari para akademisi USIM. Selain itu, kontribusi Pascasarjana UNSIQ juga ditunjukkan melalui keterlibatan dua dosen Pascasarjana UNSIQ yang dipercaya menjadi reviewer dalam sesi kolokium mahasiswa USIM. Peran tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi akademik dosen UNSIQ sekaligus menjadi sarana pertukaran pengalaman dan penguatan budaya akademik di tingkat internasional. Kunjungan akademik ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara UNSIQ dan USIM. Melalui kegiatan kolaboratif ini, kedua institusi semakin mengukuhkan komitmen untuk mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Direktur Pascasarjana UNSIQ menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Pascasarjana UNSIQ dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik sivitas akademika. Kolaborasi dengan USIM diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik berskala internasional. Lebih lanjut, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Pascasarjana UNSIQ dalam mewujudkan visi menjadi penyelenggara pendidikan pascasarjana yang unggul, berkarakter Qur'ani, dan bereputasi internasional. Melalui berbagai program kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, Pascasarjana UNSIQ terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Kolokium bersama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi akademik antara UNSIQ dan USIM sekaligus menghasilkan berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi di masa mendatang.
Program Studi Magister Pendidikan Islam PPs UNSIQ Gelar Review Kurikulum Berbasis OBE
13 December 2025
Wonosobo, 13 Desember 2025 – Program Studi Magister Pendidikan Islam, Program Pascasarjana UNSIQ Wonosobo, menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada tanggal 13 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kurikulum agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pemangku kepentingan, serta tuntutan pendidikan tinggi berbasis capaian pembelajaran. Review kurikulum menghadirkan pakar pendidikan dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, yaitu Prof. Dr. Suparjo, M.A., sebagai narasumber dan reviewer. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Gugus Penjamin Mutu Program Studi, serta seluruh dosen tetap di lingkungan Program Studi Magister Pendidikan Islam Pascasarjana UNSIQ Wonosobo. Dalam pemaparannya, Prof. Suparjo menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum OBE sangat ditentukan oleh kejelasan dan kekuatan visi keilmuan program studi. Menurut beliau, visi keilmuan tidak hanya berfungsi sebagai identitas akademik program studi, tetapi juga menjadi arah dan tujuan utama dalam pengembangan kurikulum secara menyeluruh. Beliau menjelaskan bahwa visi keilmuan program studi harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan visi institusi, sehingga mampu memperkuat karakter dan keunggulan akademik yang ingin diwujudkan oleh universitas. Dalam konteks UNSIQ, visi keilmuan Program Studi Magister Pendidikan Islam perlu dirumuskan secara selaras dengan visi universitas yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Lebih lanjut, Prof. Suparjo menekankan bahwa visi keilmuan yang telah dirumuskan harus diterjemahkan secara sistematis ke dalam berbagai komponen kurikulum, mulai dari capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, struktur kurikulum, isi pembelajaran, proses pembelajaran, hingga sistem penilaian pembelajaran. Dengan demikian, seluruh proses akademik yang berlangsung di program studi akan memiliki arah yang jelas dan terukur dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan profil yang diharapkan. Kegiatan review kurikulum berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan telaah terhadap dokumen kurikulum yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Islam. Berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE yang lebih relevan, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Islam PPs UNSIQ Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu akademik serta menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Qur’ani sesuai dengan visi dan misi universitas.
STIQ Miftahul Huda Jalin Kerja Sama Akademik dengan Pascasarjana UNSIQ
06 October 2025
Wonosobo, 6 Oktober 2025 – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) menerima kunjungan akademik dari STIQ Miftahul Huda pada Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa STIQ Miftahul Huda sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan pengembangan keilmuan di bidang Al-Qur’an dan Tafsir. Kunjungan akademik berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Acara diawali dengan penyambutan oleh pimpinan Pascasarjana UNSIQ, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua institusi. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi yang lebih kuat di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Selain seremoni kerja sama, kegiatan juga diisi dengan diskusi akademik yang menghadirkan Dr. M. Ali Mustofa Kamal, S.Th.I., M.S.I. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Transformasi Kompetensi dan Profesi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir: Menjawab Isu Moderasi, Digitalisasi, dan Globalisasi”, beliau menekankan pentingnya adaptasi keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan fondasi keilmuan yang kuat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari dosen maupun mahasiswa. Berbagai isu kontemporer dibahas, mulai dari penguatan moderasi beragama, pemanfaatan teknologi digital dalam kajian Al-Qur’an, hingga tantangan global yang dihadapi para akademisi dan lulusan bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di era modern. Pimpinan Pascasarjana UNSIQ menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut dan berharap kerja sama yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan budaya riset dan publikasi ilmiah. Melalui kerja sama akademik yang telah terjalin, diharapkan semakin banyak kegiatan kolaboratif yang dapat dilaksanakan di masa mendatang, seperti seminar bersama, kolokium mahasiswa, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, serta berbagai program pengembangan akademik lainnya. Dengan demikian, hubungan kelembagaan antara STIQ Miftahul Huda dan Pascasarjana UNSIQ tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aktivitas akademik yang produktif dan berkelanjutan.
Pascasarjana UNSIQ Gelar Stadium General 2025: Bekali Mahasiswa Baru dengan Spirit Qur’ani di Era Deep Learning
27 September 2025
Wonosobo, 27 September 2025 — Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) menyelenggarakan Stadium General untuk matrikulasi dan pembekalan mahasiswa baru tahun 2025. Acara ini diikuti oleh 56 mahasiswa S2 dari Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir serta Magister Pendidikan, dengan mengusung tema “Pendidikan Berbasis Qur’an di Era Kurikulum Deep Learning.” Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana UNSIQ. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan sejarah berdirinya PPs, mengenalkan program-program magister yang dikelola, serta menyampaikan visi dan misi Pascasarjana. Menurutnya, matrikulasi ini penting agar mahasiswa baru memahami kultur akademik UNSIQ dan dapat menyesuaikan diri dengan dinamika belajar di tingkat pascasarjana. Rektor UNSIQ yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan sambutan hangat kepada para mahasiswa baru dengan menegaskan komitmen universitas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian sehingga proses belajar mahasiswa dapat berlangsung secara optimal. Beliau memaparkan visi UNSIQ, yaitu “Terwujudnya Universitas Transformatif, Humanis, dan Qur’ani pada Tahun 2031”, yang diwujudkan melalui misi strategis seperti menyelenggarakan pendidikan yang melahirkan SDM berdaya saing dan mampu mentransformasikan nilai-nilai Al-Qur’an, mengembangkan penelitian yang mengintegrasikan al-Qur’an dengan sains modern, melaksanakan pengabdian berbasis Islam rahmatan lil-‘alamin, membangun tata kelola universitas yang kredibel, transparan, dan akuntabel, serta menjalin jejaring kemitraan dalam maupun luar negeri untuk memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan landasan tersebut, UNSIQ berkomitmen penuh memajukan kualitas dan mutu akademik, agar mahasiswa dapat tumbuh dalam suasana belajar yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada nilai Qur’ani. Memasuki sesi inti, hadir dua narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni Prof. Abdul Munip, M.Ag. dan Dr. Phil. Muammar Zayn Qadafy. Dalam penyampaiannya, Prof. Munip menekankan bahwa di era kurikulum deep learning, mahasiswa perlu mengembangkan ta’ammuq (pendalaman) ilmu. Menurutnya, ilmu tidak boleh berhenti pada permukaan, tetapi harus dikaji secara mendalam agar melahirkan pemahaman yang utuh. Sementara itu, Dr. Muammar menggarisbawahi pentingnya membangun budaya akademik yang baik di lingkungan kampus. Mahasiswa, menurutnya, harus mampu memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan dan teknologi baru untuk mendukung proses belajar dan riset. Dengan demikian, mahasiswa dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menjaga kualitas keilmuan yang berbasis nilai Qur’ani. Kegiatan yang berlangsung khidmat, interaktif, dan penuh semangat ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru Pascasarjana UNSIQ untuk menapaki perjalanan akademik dengan lebih matang dan berorientasi Qur’ani.
Pascasarjana UNSIQ Gelar Workshop Penyusunan Visi, Misi, dan Renstra Periode 2025–2029
15 September 2025
Banjarnegara, 15 September 2025 – Program Pascasarjana (PPs) UNSIQ Wonosobo menyelenggarakan Workshop Penyusunan Visi, Misi, dan Rencana Strategis (Renstra) Periode 2025–2029 pada Senin, 15 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di Omah Tahu Resto ini diikuti oleh tim penyusun yang terdiri atas unsur pengelola Pascasarjana UNSIQ sebagai bagian dari proses perencanaan strategis untuk mendukung pengembangan Pascasarjana dalam lima tahun mendatang. Workshop ini bertujuan untuk merumuskan arah pengembangan Pascasarjana yang lebih terintegrasi, adaptif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi serta kebutuhan masyarakat. Dalam forum tersebut, para peserta melakukan kajian mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal Pascasarjana, sekaligus mendiskusikan arah kebijakan yang akan menjadi landasan pengembangan kelembagaan pada periode kepemimpinan 2025–2029. Salah satu hasil penting dari workshop ini adalah kesepakatan bahwa visi Pascasarjana UNSIQ harus mampu menjadi payung pengembangan bagi seluruh program studi yang berada di bawah naungannya, yaitu Program Studi Magister Pendidikan Islam, Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Program Studi Magister Hukum, serta Program Studi Magister Manajemen. Oleh karena itu, visi yang dirumuskan tidak hanya mencerminkan identitas keilmuan masing-masing program studi, tetapi juga mengakomodasi arah pengembangan Pascasarjana secara menyeluruh dalam kerangka nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan profesionalitas. Selanjutnya, visi yang telah disepakati dijabarkan secara sistematis ke dalam rumusan misi, tujuan, sasaran, serta strategi pengembangan yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Pascasarjana UNSIQ. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan program kerja, pengembangan akademik, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama pada periode 2025–2029. Dalam proses penyusunannya, tim tidak hanya mempertimbangkan arah kebijakan universitas dan perkembangan pendidikan tinggi nasional, tetapi juga memperhatikan berbagai masukan dari pemangku kepentingan. Aspirasi mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, mitra kerja sama, serta stakeholder lainnya menjadi bahan pertimbangan penting untuk memastikan bahwa visi, misi, dan strategi yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan dan tantangan masa depan. Melalui workshop ini, Pascasarjana UNSIQ menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penyusunan visi, misi, Renstra, dan Renop secara partisipatif diharapkan mampu memperkuat posisi Pascasarjana UNSIQ sebagai penyelenggara pendidikan pascasarjana yang unggul, berkarakter Qur’ani, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.